Dana Program Indonesia Pintar Tasikmalaya Diduga Disunat Sampai Miliaran

Tasikmalaya – Dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk menolong pelajar kurang mampu saja terkena sunat.

Sangkaan kasus tindak pidana korupsi itu sekarang dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejati) Kabupaten Tasikmalaya. Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Tasikmalaya Hasbullah menyangka aktornya oknum sekolah.

Read More

“Berdasarkan temuan dari tim kami pemotongannya antara 10 hingga 20 persen per siswa. Dari 130 sekolah itu sampai miliaran rupiah,” terang Hasbullah.

Sebelumnya, penyidik Kejari Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan info berkaitan pemangkasan itu. Karena itu pihaknya segera bertindak.

Pemangkasan dana PIP sendiri terjadi pada unit pendidikan SMA dan SMK tahun anggaran 2020. Dana itu bersumber dari Kementrian Pendidikan lewat rekening pelajar.

“Nah, pada proses pencairannya, pihak sekolah mengakomodirnya. Jadi bukan siswa, tapi dikuasakan kepada sekolah,” ujar Hasbullah, Kamis (4/8/2022).

Beberapa pelajar menguasakan pada pihak sekolah karena pada 2020 sedang terjadi pendemi Covid-19. Atas alasan jangan ada keramaian di bank, pelajar jangan ambil uang sendiri.

“Nah, pada saat itulah ada oknum-oknum yang memanfaatkannya. Besaran dana PIP bagi tiap siswa itu berbeda-beda, tergantung jenjang sekolah, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta,” lanjut Hasbullah.

Di saat memberikan keterangan pers, Hasbullah pastikan jika pihaknya baru lakukan penyelidikan. Belumlah ada saksi yang Kejari periksa.

“Kami masih terus kembangan. Kami berharap bisa segera menyelesaikan penyelidikan dugaan korupsi tersebut,” Hasbullah menandaskan.

sumber: kapol

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.