Dua Orang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Aplikasi Smart City Tasikmalaya

Korupsi Aplikasi Smart City Tasikmalaya

Sukamenak.com – Dua tersangka kasus korupsi proyek jasa konsultasi pengembangan model aplikasi Smart City ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya. Salah satunya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan Kepala Bagian Pembangunan berinisial AT. Dan satunya lagi adalah PFL yang merupakan pihak ketiga.

Kepala Kejari Kota Tasikmalaya, Fajarudin mengatakan kasus tersebut berawal dari laporan tahun 2017 terkait kegiatan jasa konsultasi pengembangan model aplikasi di Kota Tasikmalaya dengan nama Smart City klaster pendidikan dan kesehatan di Dinas Komunikasi dan Informasi setempat.

Read More

Hasil pemeriksaan pada laporan tersebut, diketahui ada kejanggalan dan kemudian melakukan penyelidikan, penyidikan, hingga menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya kemudian ditangkap di hari Selasa (16/8).

“Dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan berada di Lapas Kebon Waru, Bandung. Untuk keduanya itu salah satunya masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara di Kota Tasikmalaya dan satunya lagi dari pihak ketiga,” kata Fajarudin.

Fajarudin mengungkapkan bahwa aksi korupsi tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp460 juta. modusnya, keduanya melakukan konsultasi fiktif seakan menggunakan orang lain padahal dilakukan sendiri.

“Pekerjaan yang dilakukan di dalam model aplikasi Smart City di pendidikan dan klaster kesehatan tidak ada,” ungkapnya.

Kedua tersangka yang saat ini telah ditahan, diketahui sudah mengembalikan kerugian negara itu. Namun walau begitu menurutnya tidak menghapus perbuatan tindak pidananya.

“Perbuatan tersebut (pengembalian kerugian negara) harus dilakukan melalui proses pidana dan menjadi bahan pertimbangan majelis hakim, yang akan memutuskan dalam persidangan nanti,” terangnya.

sumber: merdeka

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.