Ribuan Nakes Kepung Kantor Bupati Tasikmalaya

Tasikmalaya – Ribuan Tenaga Kesehatan atau Nakes Honorer berkumpul di depan kantor Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat hari ini, kamis (14/7/22). Aksi ini mereka tujukan untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya agar Nakes yang sudah lama mengabdi diangkat menjadi ASN atau PPPK.

Para nakes ini datang bersama ribuan tenaga non P3K, yang juga memikul beban keluarga untuk mendapatkan perubahan hidup demi masa depan keluarga.

Read More

Dalam aksinya, ribuan Nakes datang dengan membawa berbagai sepanduk dan poster yang berisikan berbagai tulisan tuntutan hak dan keadilan dari pemerintah.

Dalam pantauan priangantimurnews.com suasana aksi berubah warna didominasi oleh warna merah dan putih, warna tersebut adalah sebagai bentuk keberanian dan juga rasa iklas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama yang mereka lakukan.

Di depan gedung Bupati mereka juga menyampaikan berbagai aspirasinya kepada Bupati Tasikmalaya dan juga pihak terkait.

Mereka selain menyampaikan aspirasi melalui orasi, mereka juga menyampaikan dalam bentuk tulisan di spanduk dan juga poster.

Spanduk yang mereka bawa tertera berbagai tulisan salah satunya di Harmes bertuliskan indit subuh, Balik penting, cul budak cul salaki demi ngamaksimalken program pemerintah tapi kuota ASN ngan dibere minimal. Di mana hati nuranimu wahai para pemangku kebijakan.

Selain itu mereka juga menulis kami butuh kepastian 2023 semua tenaga honorer diangkat PPPK/ASN. Pandemi tuntas nasib kami tidak jelas, angkat kami jadi P3K biar lebih disayang mertua.

Kami datang bukan mencari mantan tetapi kami datang mencari keadilan. Pak Bupati gimana nih PPPK. Mereka juga menulis Sumpah gajih ku hanya ratus rebu, posterku kecil sekecil kuota P3K.

Hal tersebut dibenarkan Koordinator Aksi Asep Rosihan Anwar, ya kami datang ke Kantor Bupati Kabupaten Tasikmalaya untuk menuntut hak dan keadilan.

“Kita setelah melakukan tugas menangani dan melayani pasien Covid-19 selama dua tahun ini tidak mendapatkan apa apa hanya ketidak adilan yang kita dapatkan sekarang ini,” kata Asep kepada media Kamis 14 Juni 2022.

Asep menyebut masa aksi yang hadir yang menuntut hak sebanyak Yang tidak diakomodir sebanyak 1275 dan diangkat menjadi P3K dengan dasar hukum PP 49 Tahun 2014 tentang minijmen P3K.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.